Dalam 10 tahun terakhir terjadi ledakan perkembangan teknologi dimana berbagai inovasi muncul untuk membantu mempermudah segala aspek kehidupan kita. Mulai dari teknologi transportasi, komunikasi hingga finansial semuanya memberi akses pada kemudahan dan kenyaman bagi penggunanya.

Terkait hal finansial, kemunculan financial technology (fintech) memberi banyak kemudahan dalam mengakses dan juga kecepatan dalam proses transaksi. Walaupun inovasi-inovasi ini memberi banyak efisiensi, terkadang masih terdapat tantangan bagi struktur bisnis industri fintech. Oleh karena itu, mereka perlu beradaptasi agar tetap menjadi bisnis yang kompeten di pasaran. Apa saja perubahan yang terjadi pada industri finansial dalam pasar Indonesia?

Fintech telah mencapai permintaan pasar dimana kini lebih banyak konsumen memilih untuk menggunakan jasa berbasis online atau platform pengelola keuangan. Target pasar industri finansial yang menggunakan fintech pun kini berubah, mereka lebih banyak menargetkan konsumen generasi muda, yaitu generasi Y dan generasi milenial. Hal ini karena mereka adalah konsumen yang lebih bergantung pada teknologi, sehingga layanan fintech sangat sesuai bagi mereka.

Sebelum adanya fintech, proses jual-beli hanya bisa dilakukan dengan cara transaksi konvensional menggunakan uang secara fisik. Namun, berkat teknologi terkini transaksi dapat dilakukan secara digital. Fintech memberikan pengalaman yang lebih mudah, efisien dan aman dalam jual-beli berbasis online. Kemudahan ini juga yang membuat bisnis online semakin berkembang, dengan munculnya banyak marketplace seperti Tokopedia, Shopee dan Lazada dimana transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan aman.

Secara garis besar, fintech telah memberi akses dan kecepatan bagi transaksi bisnis. Elemen aksesabilitas dan kecepatan selalu ada dalam setiap jenis layanan fintech. Pada saat ini, perusahaan dapat mengakses informasi dan mengelola finansial dengan cara membeli software dengan biaya yang terjangkau. Sedangkan dahulu, untuk mendapatkan akses informasi dibutuhkan biaya jutaan dolar untuk membayar teknisi IT, lisensi program dan juga tim IT yang berpengalaman. Realtime update dan informasi dari big data juga memudahkan perusahaan untuk mengakses informasi yang lebih terkini, sehingga dapat mengambil langkah yang tepat dalam memanfaatkan kondisi pasar terkini.

Dengan semakin banyak perkembangan teknologi terbaru dimana perusahaan startup akan mencapai kedewasaannnya dalam beberapa tahun ke depan, industri fintech tentu saja memiliki masa depan yang sangat cerah. Selain itu, perkembangan teknologi ini telah membuka banyak ruang untuk melakukan pengembangan produk dan jasa melalui pemanfaatan platform digital seperti marketplace, peer-to-peer lending dan digital marketing.

Bagaimana brand/perusahaan Anda menanggapi hal tersebut? Hubungi DID&Co. untuk diskusi lebih lanjut terkait strategi pemanfaatan platform digital yang optimal melalui marketing@didand.co.id

Related posts