Sejak 2013 pengguna sosial media di Indonesia selalu meningkat. Statista menangkap bahwa pada tahun 2013 ada 39.8 juta penduduk Indonesia yang menggunakan sosial media dari perangkat mobile. Dalam waktu 5 tahun saja, terjadi peningkatan hingga pada 2018 angka tersebut mencapai 96.1 juta. Tentu ini menjadi data menarik terkait Perilaku Konsumer Online Indonesia Tahun 2018.

Dengan adanya perkembangan sosial media di Indonesia, sosial media banyak dijadikan sebagai platform jual-beli masyarakat seperti munculnya online shop di instagram. Online shop juga memanfaatkan sosial media untuk memasarkan dan membangun brand-nya. Sebaliknya, pembeli pun kerap mengunggah barang belanjaan-nya di sosial media pribadi. Hubungan di sosial media pun memungkinkan masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi online shopping di sana. Anda bisa lihat perkembangan instagram di tahun 2018 yang semakin menarik bagi pengguna nya.

Walaupun belanja online sudah menjadi kegiatan yang biasa bagi masyarakat Indonesia. Namun, belum banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan layanan ini. Data E-Commerce IQ (Priceza) menyebutkan bahwa dari total 24.74 juta penduduk Indonesia baru 19% yang menjadi pelaku e-commerce/belanja online.

Selanjutnya, komunikasi antara penjual dan pembeli sering pula dilakukan secara langsung melalui layanan komunikasi WhatsApp. Tidak heran jika Kata Data menyebutkan bahwa Youtube, Facebook, WhatsApp dan Instagram adalah sosial media yang paling banyak digunakan di Indonesia, walaupun YouTube biasanya hanya digunakan masyarakat pembeli untuk mencari referensi atau review untuk produk yang akan dibeli. Sementara itu, Instagram dan Facebook menjadi platform bisnis yang digunakan oleh penjual untuk memajang/showcase produk-produk yang dijual. Inilah uniknya perilaku konsumer indonesia di tahun 2018.

Dari data perilaku belanja online oleh Priceza 2017, aksesoris dan fashion adalah kategori yang paling banyak dibeli online oleh masyarakat Indonesia. Kategori terbanyak kedua adalah produk otomotif (16%) dan yang ketiga adalah smartphone (12%). Meskipun kategori terlaku aksesori dan fashion sering dikaitkan dengan perempuan, ternyata yang paling banyak belanja online di Indonesia adalah laki-laki. Dalam perbandingan pembeli online Indonesia berdasarkan gender oleh Priceza, perempuan hanya ada sejumlah 35.5%, sedangkan laki-laki memimpin dengan jumlah 64.5%.

Secara garis besar hubungan masyarakat Indonesia dengan internet terus menunjukkan peningkatan dan respon yang positif. Menurut Kata Data, pada tahun 2017 WeAreSocial.net dan Hootsuite merangkum penggunaan internet di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 51% hanya dalam kurun waktu 1 tahun. Hal ini merupakan berita baik dalam kemajuan literasi internet di Indonesia.

Perilaku konsumer online Indonesia akan senantiasa dinamis mengikuti situasi ekonomi dan teknologi di Indonesia. Dengan rata-rata pembelian online Rp820.000 (Priceza) dan peringkat kedua “pengguna internet terbesar sejagat”, Indonesia memiliki kekuatan untuk menjadi negara e-commerce terbesar, tak hanya di Asia Tenggara bahkan di dunia. Dengan angka pembeli online yang baru menyentuh 19%, bisnis online Indonesia memiliki potensi pasar yang luar biasa.

Karena perilaku konsumer indonesia sekarang banyak beralih ke pasar e-commerce maka Anda butuh meningkatkan brand awareness. DID&Co. dapat membantu meningkatkan brand awareness brand anda dari segi SEO dan dengan mengelola brand Anda dari beberapa jenis platform yang ada, seperti media sosial facebook dan instagram. 

Hubungi tim kami di marketing@didand.co.id untuk konsultasi langsung dengan tim kami dan diskusikan strategi content marketing yang tepat untuk brand Anda.

Related posts