Pernahkah Anda membuka suatu situs/laman untuk mencari suatu produk, kemudian Anda “dibuntuti” iklan produk tersebut saat membuka situs/laman lain? Jika ya, berarti Anda sedang menjadi target dari iklan remarketing.

Remarketing adalah metode penargetan iklan kepada orang yang sebelumnya sudah pernah mengunjungi situs pengiklan. Pengkodean remarketing menyimpan cookies pada pengunjung situs, sehingga mereka dapat ditargetkan kembali saat sedang berselancar di situs lain.

 

Berikut adalah beberapa strategi konten remarketing yang salah untuk mengambil kembali perhatian audiens Anda.

Bersikap agresif

Remarketing yang agresif membuat audiens merasa tidak nyaman. Hal ini juga dikenal dengan sebutan ad fatigue. Ad fatigue dapat menyerang siapa saja, bahkan iklan tersukses sekalipun. Ketika frekuensi terlalu tinggi, dan orang-orang melihat iklan produk Anda secara terus menerus, maka mereka akan menjadi kurang atau bahkan tidak tertarik untuk melakukan pembelian.

Menampilkan iklan yang sama secara terus menerus

Strategi yang buruk seperti ini dapat berdampak pada citra negatif bagi produk Anda. Sebaiknya Anda dapat membatasi jumlah penayangan iklan dalam kurun waktu tertentu, agar audiens tidak bosan dan/atau terganggu dengan iklan Anda yang muncul berulang kali.

Iklan tetap muncul setelah audiens melakukan pembelian

Bayangkan jika Anda ditawarkan hal yang sama secara terus-menerus, bahkan setelah Anda membeli produk tersebut. Sangat mengganggu, bukan? Maka dari itu Anda harus dapat mengatur dan mencegah iklan agar tidak muncul kembali kepada orang-orang yang sudah melakukan pembelian. Anda tentu dapat menawarkan sesuatu yang berbeda kepada mereka, mengingat customer experience adalah hal yang penting.

 

Perlu diingat bahwa strategi remarketing adalah salah satu jalan untuk menyukseskan bisnis Anda melalui hubungan dengan konsumen yang dituangkan dalam bentuk konten. Jadi, strategi remarketing seperti apa yang tepat untuk bisnis anda? Apapun strateginya, DID&Co. siap untuk berkolaborasi dan berkomitmen dalam mengembangkan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui marketing@didand.co.id.

Related posts